Showing posts with label CERITA INSPIRASI. Show all posts
Showing posts with label CERITA INSPIRASI. Show all posts

Fokus Pada Masalah Atau Tujuan

Anda akan menikmati pandangan baru yang dimiliki seorang Rick Warren, dimana istrinya sekarang ini mengalami sakit kanker dan dirinya sendiri memiliki "kemakmuran" dari penjualan bukunya. Ini benar-benar wawancara singkat yang menakjubkan bersama Rick Warren, penulis "Purpose Driven Life" sekaligus gembala Saddleback Church di California.

Dalam wawancara oleh Paul Bradshaw bersama Rick Warren, Rick mengatakan sebagai berikut:

Orang-orang menanyai saya, Apakah Tujuan Hidup itu? Dan saya merespon : dalam tempurung kepala harus diyakinkan, kehidupan adalah persiapan untuk kekekalan. Kita dibuat untuk kekekalan, dan Tuhan ingin kita untuk bersamaNya di Surga.

Satu saat detak jantung saya akan berhenti, dan itu merupakan akhir dari tubuh saya - namun bukan akhir dari diri saya sendiri. Saya mungkin hidup 60 hingga 100 tahun di bumi, namun saya akan menghabiskan bilyunan tahun dalam kekekalan. Ini hanyalah tindakan pemanasan - gladi resik pemakaian busana pengantin. Tuhan ingin kita melatih di bumi ini apa yang akan kita lakukan selamanya dalam kekekalan

Kita ini dibuat oleh Tuhan dan untuk Tuhan, dan sampai anda menggambarkan tujuan itu, kehidupan tidak akan ada artinya. Kehidupan adalah serangkaian masalah : Tidak juga ketika anda berada dalam satu kondisi sekarang, anda akan keluar dari keadaan yang satu dan anda bersiap untuk pergi ke kondisi lainnya. Alasan untuk ini adalah bahwa Tuhan lebih tertarik terhadap karakter anda ketimbang kenyamanan anda. Tuhan lebih tertarik untuk membuat hidup anda kudus dibanding membuat hidup anda penuh kesenangan. Adalah hal yang logis untuk senang ketika berada di dunia, namun itu bukanlah tujuan kehidupan. Tujuannya adalah bertumbuh dalam karakter, menjadi serupa dengan Kristus.

ahun yang baru berlalu menjadi tahun paling besar dalam kehidupan saya, namun juga menjadi tahun paling berat, dimana istri saya Kay mendapat penyakit kanker. Saya pernah berpikir bahwa kehidupan adalah bagai bukit dan lembah - anda bergerak melalui waktu yang gelap, lalu anda pergi ke puncak gunung, dari belakang ke depan. Saya tidak percaya konsep itu lagi. Malahan daripada memandang hidup seperti bukit dan lembah, saya percaya bahwa kehidupan bagai dua jejak roda diatas trek jalan, dan sepanjang waktu anda melewati jalan yang bagus dan terkadang buruk dalam kehidupan anda.

Tidak masalah bagaimana bagusnya segala sesuatu dalam kehidupan anda, selalu ada sesuatu yang buruk yang perlu ditangani. Dan tidak masalah bagaimana buruknya segala sesuatu dalam kehidupan anda, selalu ada hal baik yang dapat anda syukuri pada Tuhan. Anda dapat focus pada tujuan anda, atau anda dapat focus pada masalah anda. Jika anda fokus pada masalah anda, anda akan berpusat pada diri anda masalah saya, isu tentang saya, rasa sakit yang saya alami". Namun satu cara termudah untuk melepaskan diri dari rasa sakit dengan melepas focus dari diri anda dan masuk dalam focus pada Tuhan dan orang lain.

Kami menemukan dengan cepat bahwa dalam doa mengerang ratusan dari ribuan orang jemaat kami, Tuhan tidak akan menyembuhkan Kay begitu saja atau membuat semua itu menjadi hal yang mudah bagi Kay. Akan menjadi sesuatu yang sulit baginya, namun Tuhan sudah menguatkan karakter dirinya, memberikan dia pelayanan untuk menolong orang lain, membagikan kesaksiannya, membuatnya semakin dekat dengan Tuhan dan dengan orang-orang.

Anda harus belajar untuk berurusan baik dengan sesuatu yang baik ataupun yang buruk dalam kehidupan. Betul, kadang-kadang belajar berurusan dengan hal yang baik menjadi lebih sulit. Sebagai contoh, tahun lalu, semua secara mendadak, ketika buku terjual 15 juta kopi, itu membuat saya secara mendadak menjadi amat kaya. Itu juga membawa banyak ketenaran yang tidak pernah saya hadapi sebelumnya. Saya tidak berpikir Tuhan memberi anda uang atau ketenaran untuk tujuan ego pribadi anda atau untuk membuat anda menghidupi kehidupan yang mudah.

Jadi saya mulai bertanya pada Tuhan apa yang Dia ingin saya lakukan dengan uang, ketenaran dan pengaruh itu. Dia memberi saya dua jalan yang menolong saya memutuskan apa yang akan dilakukan. 2Korintus 9 dan Mazmur 72. Pertama, dalam kelimpahan uang yang datang pada kita, kita tidak seharusnya tidak mengubah gaya hidup kita sedikitpun. Kita tidak membuat jual beli yang besar. Kedua, sekitar pertengahan tahun lalu, saya berhenti mengambil gaji dari gereja. Ketiga, kami membangun yayasan untuk mendanai panggilan awal yang kami namai Rencana Damai untuk menanam gereja, memperlengkapi pemimpin, membantu yang miskin, memperdulikan yang sakit dan mendidik generasi berikutnya. Keempat, saya menambahkan apa yang gereja telah bayarkan kepada saya selama 24 tahun sejak saya memulai gereja, dan saya mengembalikannya. Adalah kebebasan untuk bisa melayani Tuhan tanpa bayaran.

Kita perlu menanyakan diri sendiri : Apakah saya akan hidup untuk kepemilikan? popularitas? Apakah saya dikendalikan oleh tekanan? Rasa bersalah? Hal-hal materi? Atau akankah saya dikendalikan oleh tujuan Tuhan untuk diri saya.

Ketika saya bangun di pagi hari, saya duduk di sisi ranjang saya dan mengatakan : "Tuhan, jika saya tidak mendapatkan sesuatu yang lain terselesaikan hari ini, saya ingin untuk lebih mengenal Engkau dan lebih lagi mengasihi Engkau." Tuhan tidak akan meletakkan saya diatas bumi hanya untuk menggenapi daftar kegiatan yang harus dilakukan. Dia lebih tertarik pada keadaan diri saya daripada apa yang akan saya lakukan. Itulah mengapa kita disebut sebagai pribadi manusia, bukan kegiatan manusia.

Momen yang menyenangkan, Pujilah Tuhan
Momen yang sulit, Carilah Tuhan
Momen yang teduh, Sembahlah Tuhan
Momen yang menyakitkan, Percayai Tuhan
Setiap momen, Bersyukur pada Tuhan.
Sumber : Sumber: Rick Warren & Paul Bradshaw

Sekedar Bekerja atau Beribadah

Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
(1 Korintus 10:31)


Tiga orang kuli bangunan tampak sedang sibuk bekerja di bawah panas terik matahari. Terlihat jelas ketiganya sedang mandi keringat setelah bekerja dari pagi tadi. Namun ada sesuatu yang berbeda dari mereka bertiga. Ketiganya menunjukkan ekspresi wajah yang tidak sama. Penuh rasa penasaran, seorang pemuda menghampiri ketiga kuli bangunan tersebut.

"Pak, apa yang sedang bapak kerjakan?", tanya si pemuda. Kuli bangunan pertama ini menjawab dengan nada yang kurang bersahabat : "Pak, apa bapak tidak bisa lihat kalau saya sedang bekerja? Kalau bapak mau bantu, bantulah. Ngga usah pakai acara tanya-tanya segala. Macam wartawan saja!". Si pemuda ini kemudian minta maaf dan pindah ke kuli bangunan yang kedua. "Pak, maaf, apa yang sedang bapak kerjakan?", tanya si pemuda kepada kuli bangunan yang kedua. Kali ini, jawaban yang diterimanya agak berbeda. "Saya sedang nyari duit, Mas. Sekarang sulit cari kerja, jadi saya terpaksa melakukan pekerjaan apa pun. Yang penting halal", katanya sambil menghapus keringat di keningnya. Si pemuda ini pun mengangguk.

Si pemuda kemudian melangkahkan kakinya menuju kuli bangunan ketiga. Sambil tersenyum, si pemuda ini kembali bertanya : "Maaf pak, apa yang sedang bapak kerjakan?" Berbeda dengan kedua temannya, kuli bangunan yang ketiga ini memberikan sebuah senyuman sembari menjawab pertanyaan tadi. "Sudah lama saya bercita-cita agar bisa melakukan sesuatu yang usianya melebihi usia hidup saya di dunia ini namun rupanya Tuhan baru memberikan kesempatan itu sekarang", katanya.

Penuh rasa penasaran, si pemuda kembali bertanya : "Maksud bapak apa?". Kuli bangunan ketiga kembali tersenyum dan balik bertanya : "Anak muda, tahukah engkau apa yang sedang kami kerjakan saat ini?" Si pemuda hanya bisa geleng-geleng kepala. "Kami sedang membangun sebuah gereja. Saya secara pribadi sangat senang diperkenankan ambil bagian dalam pembangunan ini. Semoga dalam beberapa bulan ke depan, gereja ini bisa berdiri dan menjadi berkat bagi saya serta semua orang yang beribadah di sini," jelasnya.

Cerita sederhana di atas seakan hendak mengingatkan kita bahwa pekerjaan yang sedang kita lakukan barangkali memiliki nilai yang mulia alias tidak sekedar bekerja. Sering kita temui orang yang bekerja hanya untuk mendapatkan uang. Betapa menyedihkan! Saya masih ingat pengalaman beberapa tahun silam ketika saya masih berkarya sebagai jurnalis. Saat itu seorang teman mengingatkan saya agar jangan terlalu "ngotot" dalam bekerja. Rupanya ia memakai prinsip KSO alias kerja sesuai ongkos.

Sebaliknya, ada seorang teman yang memberikan prinsip yang berlawanan. "Kerjakan apa yang bisa kamu kerjakan dengan sebaik-baiknya dan imbalannya akan mengikutimu," begitu nasihatnya. Saya rasa nasihat ini benar. Jika kita senantiasa melakukan hal yang terbaik, prestasi dan reputasi akan menghampiri diri kita.

Dr. Jimmy B. Oentoro dalam bukunya The 7-40 Journey mengatakan orang yang bekerja sekedar untuk mendapatkan upah lebih mirip perbudakan daripada kebebasan. Ada juga orang yang bekerja demi menyediakan kebutuhan orang lain, seperti istri dan anak-anak. Ini adalah alasan yang mulia. Namun di sisi lain pekerjaan dapat menjadi sarana bagi seseorang untuk mengekspresikan talenta yang dimilikinya, misalnya seorang penulis atau pelukis. Pekerjaan juga dapat dipandang sebagai sarana untuk memberikan kontribusi positif kepada kehidupan orang lain. Misalnya, seorang salesman yang baik akan berusaha untuk membantu memecahkan masalah konsumennya.

Pekerjaan juga dapat menjadi sebuah doa, bahkan ibadah kepada Tuhan. Pekerjaan yang dilakukan dengan sebaik-baiknya dan dengan sepenuh hati dapat menjadi sebuah doa dan ucapan syukur kepada Sang Pemberi Kehidupan. Inilah yang membuat hidup seseorang bernilai. Bukankah Tuhan ingin agar setiap manusia mengembangkan potensi yang telah diberikan-Nya? Pengembangan potensi diri secara maksimal jelas merupakan bentuk ucapan terima kasih kepada Tuhan. Bukan hanya itu, potensi diri yang dikembangkan dan kemudian digunakan demi menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi sesama tentu akan memuliakan nama Tuhan di muka bumi ini.

Ijinkanlah saya menutup jumpa kita kali ini dengan sebuah nasihat bijak dari Martin Luther King, Jr. : "Kalau seorang terpanggil menjadi tukang sapu jalanan, hendaknya ia menyapu jalanan seperti Michelangelo melukis, atau Beethoven menggubah musik, atau Shakespeare menulis puisi. Hendaknya ia menyapu jalanan sedemikian baiknya sehingga semua penghuni surga dan bumi akan tertegun dan berkata, di sini pernah hidup seorang penyapu jalanan yang hebat, yang melaksanakan tugasnya dengan baik," katanya. Bagaimana Anda memandang pekerjaan Anda saat ini? ***

Artikel ini dikutip dari Buku Melangkah Maju di Masa Sulit (Stand Strong) karya Paulus Winarto, Penerbit Andi 2005.

Paulus Winarto adalah pemegang 2 Rekor Indonesia dari Museum Rekor Indonesia (MURI) yakni sebagai pembicara seminar yang pertama kali berbicara dalam seminar di angkasa dan penulis buku yang pertama kali bukunya diluncurkan di angkasa. Sejumlah bukunya masuk dalam kategori best seller nasional (First Step to be An Entrepreneur, Reach Your Maximum Potential dan The Leadership Wisdom). Ia dapat dihubungi melalui e-mail: pwinarto@cbn.net.id

Mengatasi Karma

Sumber: Google
Saya menyaksikan lebih banyak tayangan TV daripada yang seharusnya. Pada akhirnya hal itulah yang terkadang saya bicarakan di gereja. Saya seringkali menemukan diri saya memakai contoh-contoh dari tayangan TV yang menjadi pelajaran saya. "Apa yang Tuhan katakan disini mengingatkan saya pada episode "The Cosby Show" dimana Dr. Huxtable...."

Begitu juga belum lama ini saya menyaksikan film sitcom yang berjudul "My Name is Earl" yang dibintangi Jason Lee sebagai seorang pria yang hidup dalam kekacauan. Dia telah menganiaya orang-orang seumur hidupnya dan hal itu telah melekat pada dirinya. Dia tengah menyaksikan Carson Daly di TVselama tayangan perdananya. Carson bicara tentang bagaimana dirinya memikirkan sukses dalam hidupnya sebagai hasil karma. Dia telah melakukan tindakan yang baik pada orang lain, sebagai hasilnya, hal baiklah yang terjadi dalam hidupnya.

Earl lalu memutuskan bahwa hal-hal buruk yang terjadi dalam hidupnya adalah sebagai hasil langsung tindakan dia menganiaya orang lain dengan buruk selama bertahun-tahun. Dia lalu memutuskan untuk memperbaiki karma-nya dengan membuat satu daftar orang-orang yang telah dia aniaya. Satu demi satu, dia kembali lagi pada orang-orang ini dan mencoba memperbaiki apa yang pernah dia buat dahulu. Inilah konsep tayangan ini. Daftar nama milik Earl begitu panjang sehingga sepertinya serial ini akan ada selamanya.

Konsep "karma" dalam bagian yang tidak terpisahkan dari agama dan kepercayaan Timur. Berdasarkan kepercayaan ini, kehidupan kita dikendalikan oleh karma, bagian dari kosmos yang memberi sebab dan pengaruh. Jika kita melakukan hal baik, kita akan memiliki karma yang baik yang memberi imbalan berupa lingkungan yang baik. Dan sudah pasti, sebagai kebalikannya ketika kita melakukan hal yang buruk, kita akan memiliki karma yang buruk yang menghukum kita dengan keadaan buruk. Pengikut agama Timur ini percaya kita semua akan direinkarnasi terhadap banyak jenis kehidupan yang berbeda di masa depan, meski tetap memegang gagasan bahwa karma yang baik dan buruk dibawa dari kehidupan sebelumnya. Dan perilaku anda dalam kehidupan ini juga mempengaruhi status anda di kehidupan mendatang.

Hanya sedikit orang Amerika yang mengklaim bahwa mereka pengikut agama Timur ini, namun gagasan karma secara luas diterima di bangsa Amerika. Bahkan orang yang tidak menggunakan bentuk terminologi ini kelihatannya masih percaya konsep ini. Mereka mungkin mengatakan hal ini sebagai : "Apa yang berlaku datang dari sekeliling".

Pada kenyataannya, kebanyakan masyarakat melalui sejarah manusia telah memiliki satu kode moral bahwa masyarakat memaksakan untuk melakukan hal yang benar pada orang lainnya. Sifat dasar manusia kita yang berdosa mempengaruhi kita untuk meletakkan diri kita lebih dahulu tanpa memperhatikan bagaimana hal itu bisa mempengaruhi orang lain. Sementara kita seharusnya tahu itu dengan lebih baik, kita manusia kelihatannya perlu dorongan dari luar untuk mengingatkan kita untuk berperilaku. Jadi yang namanya kebaikan akan diberi upah dan hal buruk akan dihukum. Harapan dari masyarakat telah ditetapkan bahwa pertimbangan diperlukan untuk memperlakukan orang lain dengan sepatutnya. Kitab suci mengatakan : "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. (Matius 7:12)

Yang jadi masalah dengan gagasan karma adalah bahwa itu mengurangi perilaku baik hanya pada persamaan secara tepat. Seorang yang memiliki perbuatan baik harus mengurangi perilaku buruknya. Jika karma adalah kenyataan, kita akan persis sama seperti apa yang patut kita terima. Itu tentunya menakutkan diri kita. Firman Tuhan mengatakan pada kita apa yang patut kita terima. Roma 6:23 mengatakan bahwa karena kit semua telah berbuat dosa, kita semua patut menerima kematian. Bukan hanya kematian secara fisik - namun kematian secara spiritual juga. Kita semua patut mendapat pemisahan secara kekal dari Tuhan.

Itu bukan sesuatu pikiran yang harus kita takutkan. Anugerah Tuhan menenangkan ketakutan kita. Anugerah adalah kasih dan rahmat Tuhan yang akan Dia tunjukkan pada siapapun yang memasuki hubungan pribadi denganNya. Tidak masalah bagaimana jahatnya perilaku kita dimasa lalu. Tuhan bersedia untuk menghapus papan tulis kehidupan kita hingga bersih. Jika kita bersedia kembali dari jalan jahat kepada Tuhan, kita tidak akan menerima penghukuman yang tersedia bagi kita. Namun kita akan menerima berkat yang sebenarnya tidak berhak kita terima. Ayat Firman Tuhan mengatakan : "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri." (Efesus 2:8-9)

Saya memikirkan untuk duduk dan membuat daftar semua orang yang saya pernah buat salah. Saya mempertimbangkan untuk memikirkan cara-cara membuat itu berlaku bagi mereka semua. Saya bahkan tidak yakin darimana saya bisa memulainya. Saya bahkan tidak dapat mengingat semua orang yang pernah saya aniaya. Dan jika saya bisa, tidak ada yang bisa saya lakukan untuk membuat itu berlaku bagi setiap orang. Jalan Earl untuk bertobat mungkin dibuat untuk dilihat di televisi. Namun itu bukan pilihan yang realistis.

Daripada itu lebih baik saya memikirkan tentang bersyukur terhadap anugerah Tuhan. Saya akan menghabiskan sisa hidup saya berusaha dengan keras hidup dalam kebenaran yang diharapkan seseorang yang telah memberikan hadiah terbesar seperti halnya Tuhan yang kudus. Namun jika saya gagal satu waktu, saya tidak akan perlu datang dengan daftar kesalahan agar saya menjadi seorang benar. Seseorang lain telah pedulikan hal itu untuk saya. Apa yang telah berlalu tidak selalu datang kembali. Terima kasih Tuhan.
Sumber : Sumber: Elliott Ryan - CBN

Terobosan Sebagai Hasil Doa Dan Puasa



Terobosan Sebagai Hasil Doa Dan Puasa Sumber : Jawaban.com
Bagi banyak orang, berpuasa terdengar seperti pekerjaan yang membosankan atau suatu bentuk pekerjaan religius yang sangat sulit. Sebenarnya, kombinasi dari berpuasa dan berdoa bukanlah suatu gaya atau suatu pendekatan baru dalam disiplin spiritual. Berpuasa dan berdoa merupakan suatu disiplin yang Alkitabiah yang baik bagi semua pemercaya pada segala usia sepanjang sejarah di seluruh dunia.

Alasan Kunci Untuk Berpuasa dan Berdoa

Saya menganjurkan semua pemercaya untuk berpuasa dan berdoa karena dua alasan yang sangat penting berikut ini.

1. Alkitab Mengajarkan Kita Untuk Berdoa dan Berpuasa
Alkitab menjelaskan dan memerintahkan kita untuk Alkitab juga memberikan contoh pada kita orang-orang yang berpuasa dan berdoa. Mereka menggunakan tipe puasa yang berbeda bagi alasan yang berbeda, dan semuanya memberikan hasil yang positif. Yesus berpuasa dan berdoa. Banyak di antara pahlawan iman, baik pria dan wanita, yang berpuasa dan berdoa.

2. Berpuasa dan Berdoa Menempatkan Anda Dalam Posisi Terbaik Bagi Terobosan
Setiap orang memerlukan terobosan dalam hidup mereka. Terobosan tersebut dapat berupa terobosan dalam memahami suatu situasi, jawaban untuk suatu masalah, ide, wawasan, keuangan atau material maupun kesehatan. Bila Anda membutuhkan sesuatu, Anda membutuhkan terobosan dari Tuhan! Terobosan dapat terjadi di alam roh, pada emosi atau kebiasaan pribadi Anda. Hal itu dapat terjadi dalam bidang kehidupan yang sangat praktis, seperti suatu hubungan atau keuangan. Periode berpuasa dan berdoa memberikan dampak yang besar, banyak di antaranya yang menjadi terobosan.

Saya sudah pernah melihat hal ini terjadi dalam pelayanan saya. Saat saya berusia 42 tahun, saya pergi ke suatu kemah Sidang Jemaat Allah di Alexandria, Minnesota, untuk berbicara dalam suatu retreat wanita. Saya kemudian berpuasa dan berdoa untuk mencari kehendak Tuhan dalam hidup saya. Saya merasa seperti saya telah melakukan banyak hal baik. Tetapi, saya juga berpikir bahwa saya bisa saja melewatkan kehendak Tuhan yang terbaik bagi saya. Saya ingin mendengar dari Tuhan dan mendapatkan pewahyuan dari-Nya tentang hidup saya.

Pada hari di mana saya berdoa dan berpuasa itu, Tuhan berbicara pada saya lewat Yesaya 11:9: "...Sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN...". Selama bertahun-tahun, Tuhan telah mengkonfirmasikan ayat tersebut beberapa kali, tetapi inilah panggilan awal saya untuk membawa pesan Tuhan ke seluruh dunia, dan semua itu sebagai hasil dari satu hari doa puasa.

Terobosan yang mungkin Anda butuhkan dalam hidup Anda adalah tuntunan Tuhan - tidak hanya bagi hari ini dan esok, tetapi bagi bidang kehidupan Anda yang lebih luas. Apabila Anda ingin mengenal tujuan Tuhan bagi kehidupan Anda, saya sangat menyarankan agar Anda mencari Tuhan melalui doa dan puasa.

Prinsip Dasar Puasa Alkitabiah
Terdapat dua prinsip dasar di Alkitab yang berhubungan dengan berpuasa dan berdoa. Pertama, puasa Alkitabiah adalah tanpa makanan. Kata benda puasa atau berpuasa diterjemahkan dari kata "tsom" dari bahasa Ibrani dan "nesteia" dari bahasa Yunani. Hal itu berarti pantang makanan secara sukarela. Terjemahan literal bahasa Ibrani unutk kata tersebut adalah "untuk tidak makan". Terjemahan literal dari bahasa Yunani berarti "tidak ada makanan". Kedua, puasa Alkitabiah terhubung dengan masa berdoa yang serius. Semakin serius kita melakukan puasa dan doa, semakin serius hasil yang akan kita alami.

Tujuan pertama dan paling utama dari puasa Alkitabiah adalah untuk memperoleh terobosan dalam hal tertentu yang didoakan seseorang kepada Tuhan. Puasa spiritual menyertakan hati kita dan bagaimana kita berhubungan serta percaya pada Tuhan. Kita juga bisa melihat dan menerima kekuatan dari Tuhan untuk mengikuti apa yang Ia inginkan bagi.

Yesus berkata, "...roh memang penurut, tetapi daging lemah."" Matius 26:41). Berpuasa berarti membawa daging ke dalam penyerahan pada Tuhan, supaya Ia menguatkan dan memampukan kita menjadi tuan atas diri sendiri. Godaan daging sering berkaitan dengan makanan. Berpantang makanan seringkali merupakan jalan Tuhan supaya agar kita dapat mengatasi segala hal yang berhubungan dengan daging, menundukkan daging dan memberi penekanan pada hal-hal spiritual. Janji Tuhan adalah untuk menolong kita saat kita mengatasi daging dan meletakkan semua godaan badaniah dalam penundukkan.

Berpantangan Makan Untuk Mengatasi Keinginan Daging
Makanan merupakan godaan yang digunakan iblis untuk membuat Hawa dan Adam berdosa di Taman Eden. Dalam Kejadian 2, Tuhan berkata pada Adam dan Hawa bahwa mereka bebas memakan setiap pohon di taman Eden, "tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati" (Kejadian 2:17).

Tuhan telah memberikan otoritas pada Adam dan Hawa atas segala hal yang Ia ciptakan - segala burung, ikan, binatang buas, atau atas "... segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu." (Kejadian 1:29). Tuhan tidak mencegah Adam dan Hawa untuk berinteraksi dengan segala ciptaan-Nya, kecuali untuk satu pohon dan buahnya itu, "pohon pengetahuan tentang yang jahat dan yang baik."

Mengapa Tuhan memisahkan satu pohon dan buahnya ini? Tuhan meminta mereka untuk pantang dari memakan buahnya, karena Ia tidak ingin ciptaan-Nya yang tercinta memiliki pengetahuan akan yang jahat. Ia telah memberikan mereka pengetahuan yang lengkap tentang segala hal yang Ia sebut "baik'. Ia ingin melindungi mereka dari kedukaan karena pengetahuan akan yang jahat.

Namun, Tuhan juga memberikan kehendak bebas bagi Adam dan Hawa serta kemampuan untuk membuat pilihan dan keputusan. Kehendak bebas tidak benar-benar bebas bila seseorang tidak memiliki pilihan. Adam dan Hawa harus membuat pilihan berkaitan dengan pohon tersebut.

Tuhan memanggil kita hanya mengejar hal-hal yang baik. Paul menulis bagi orang Filipi: ... semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. (Filipi 4:8). Tuhan hanya menginginkan yang baik bagi anak-anak-Nya. Ia menyatakan hal ini dalam firman-Nya, "Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!" (Roma 12:21)

Begitu banyak masalah yang kita hadapi di dunia saat ini adalah hasil dari kesalahan pilihan dari pria dan wanita. Mereka dengan secara sadar atau tidak memilih apa yang buruk. Dan hasilnya adalah sama seperti Adam dan Hawa: kematian dan segala jenis dosa yang membawa pada kematian (lihat Roma 6:23).

Berikut ini adalah dua hasil dari pilihan yang salah yang dibuat Adam dan Hawa mengenai pohon dan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat.

1. Perhatian yang Teralihkan
Pertama, Hawa mendengarkan apa yang dikatakan iblis kepadanya mengenai buah itu. Iblis mengalihkan perhatiannya dari apa pun yang sedang dikerjakan Hawa. Alkitab mengatakan bahwa iblis mendatanginya dalam bentuk ular yang indah dan berkata padanya, "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"" (Kejadian 3:1). Dalam banyak hal, iblis menggunakan taktik yang sama saat ini. Ia mengalihkan perhatian kita ke hal yang jahat bagi Anda, dengan cara membuat Anda merasa rugi bila tidak memakan, meminum atau ikut serta dalam hal-hal tertentu.

Jangan pernah lupa bahwa terdapat unsur yang baik pada buah "pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat". Iblis berkata pada Hawa secara spesifik bahwa "...buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati..." (Kejadian 3:6). Hawa membuat pemahaman yang salah, yaitu bahwa apa pun yang terlihat baik juga baik sebagai makanan. Dalam hal ini, iblis sangat salah!

Bagaimana dengan kita? Terdapat elemen yang baik dan hal-hal mungkin buruk dalam makanan. Kita dapat masuk dalam kebohongan bahwa apa yang terlihat indah juga pasti bernutrisi dan baik bagi kesehatan.

Berpuasa memanggil kita untuk beralih dari makanan dan mengalihkan kembali perhatian kita pada apa yang diperintahkan Tuhan. Berpuasa memanggil kita untuk berpantang dari semua hal yang tidak baik bagi kita, dalam banyak hal, semua makanan pada masa tertentu. Kita harus menjawab iblis, "Tuhan memanggil saya untuk berpuasa dan memberikan perhatian penuh pada-Nya serta perintah-Nya. Tuhan telah berkata untuk mengatakan tidak padamu, iblis!"

2. Cobaan Mengacu Pada Keuntungan yang Salah
Hawa mendengarkan apa yang dikatakan iblis tentang keuntungan memakan apa yang dilarang Tuhan. Iblis selalu menandai keuntungan "akan" dan "jangka pendek" dari dosa. Banyak hal yang sangat tidak baik bagi kita terasa baik atau membawa kepuasan.

Iblis berkata pada Hawa bahwa buah dari pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat akan membuatnya lebih bijak, seolah-olah dia adalah seorang tuhan, mengetahui yang baik dan yang jahat. Dalam waktu singkat, iblis benar. Ia benar-benar mengetahui dengan pengalamannya sendiri sebagai manusia bahwa iblis itu ada. Namun, iblis gagal menjelaskan kejatuhan apa pun dari ketidaktaatannya, yaitu bahwa ia dapat mati. Iblis hanya menunjukkan keuntungan jangka pendek, tidak pernah kerusakan jangka panjang.

Saat kita berpuasa, kita akan mewaspadai apa yang baik dan yang jahat. Kita meningkatkan kewaspadaan kita terhadap kebaikan dan perintah Tuhan, tetapi juga terhadap iblis yang ada di sekitar kita.

Seorang pria pernah berkata seperti ini kepada saya tentang berpuasa, "Sepertinya setiap kali saya berpuasa, seluruh dunia terlihat lebih hitam putih, paling tidak pada masa tertentu. Saya melihat baik dan salah lebih jelas. Saya melihat baik dan jahat, berkat dan kutuk, konsekuensi menguntungkan atau merugikan, apa yang rohani dan apa yang tidak. Saya lebih dapat melihat apa yang berbatasan dengan perintah Tuhan dan apa yang masuk dalam kategori "perintah manusia'."

Mereka yang berpuasa seringkali mengalami ketajaman yang lebih akan yang jahat dan yang baik. Sebenarnya, hal itu adalah hasil dari berpuasa. Tuhan ingin memberikan pada kita kesempatan untuk berpuasa dan melihat kembali hidup kita serta dunia di sekitar kita dan untuk melihat apa yang baik dan apa yang jahat.
Sumber : Sumber: CBN

Hargailah Jerih Payah Seseorang


Sumber : Thinkstockphotos.com
Berawal dari seorang pemuda mengajukan lamaran untuk posisi manajer di sebuah perusahaan besar. Dia sudah melewati tahapan wawancara awal dan tinggal satu wawancara lagi, yaitu wawancara dengan direktur utama yang harus ia jalani.
Dari riwayat hidup yang dibacanya, sang direktur mendapati bahwa prestasi pemuda ini sangat luar biasa. Dia lalu bertanya kepada pemuda itu, “Apakah kamu pernah menerima beasiswa di masa pendidikan?” Anak muda itu menjawab. “Tidak.” Kemudian, sang direktur kembali bertanya,”Apakah pendidikanmu dibiayai oleh ayahmu?” Pemuda itu menjawabnya,  “Ayah saya sudah meninggal sejak saya berusia satu tahun. Ibu sayalah yang membiayai pendidikan saya.”
Selanjutnya, sang direktur menanyakan pekerjaan Ibu dari pemuda itu, pemuda itu menjawabnya, “Ibu saya bekerja sebagai binatu”. Sang direktur meminta pemuda itu untuk memperlihatkan telapak tangannya. Lalu ia pun memperlihatkan kedua tangannya yang berkulit halus. Sang direktur yang sedikit heran bertanya kepada pemuda itu, “Pernahkah kamu membantu ibumu mencuci pakaian?”
“Tidak pernah, ibu saya ingin agar saya memusatkan perhatian pada pendidikan dan membaca lebih banyak buku. Lagi pula, ibu saya mencuci baju lebih cepat daripada saya,” jawab pemuda itu. Mendengar jawaban pemuda itu, sang direktur meminta kepada pemuda ini untuk pulang, menyuruhnya membersihkan tangan ibunya dan setelah itu kembali ke sini esok harinya.
Pemuda itu merasa bahwa peluangnya untuk mendapatkan pekerjaan sangat tinggi. Saat dia pulang ke rumah, dia langsung meminta ijin kepada ibunya agar dia diperbolehkan membersihkan kedua tangan ibunya. Ibunya merasa sangat aneh, gembira tetapi bercampur dengan beragam perasaan, namun tetap mengijinkan si anak melakukannya. Ia pun membersihkan kedua lengan ibunya dengan perlahan. Air matanya menetes saat dia mulai mencuci tangan ibunya. Itu adalah kali pertama dia memperhatikan kedua tangan ibunya yang terlihat penuh keriput akibat dinginnya air cucian dan di kedua tangan ibunya juga ada banyak luka lecet dan memar, sebagian terlihat parah dan membuat sang ibu kesakitan ketika luka-luka tersebut terkena sentuhan.
Inilah kali pertama bagi pemuda ini untuk menyadari bahwa kedua tangan yang setiap hari dipakai untuk mencuci pakaian itulah yang telah memampukan dia untuk membayar biaya pendidikannya. Luka-luka di kedua tangan ibunya adalah harga yang harus dibayar untuk mengongkosi pendidikan, kegiatan sekolah dan masa depannya. Setelah membersihkan kedua tangan ibunya, dengan diam-diam pemuda ini mencuci semua sisa pakian yang berlum diselesaikan oleh ibunya. Malam itu, mereka berdua bercakap-cakap sampai lama sekali.
Keesokan paginya, si pemuda kembali menghadap direktur utama. Sang direktur melihat bekasa air mata diwajah pemuda itu,  lalu ia bertanya, “Bisakah kamu beritahu saya hal-hal yang sudah kamu kerjakan dan kamu pelajari di rumahmu kemarin?”
Anak muda ini menjawab, “Saya sudah membersihkan kedua tangan ibu saya, dan saya juga mencuci semua sisa pakaian yang belum dia kerjakan. Sekarang saya tahu apa arti menghargai. Tanpa ibu saya, saya tidak akan bisa menjadi seperti sekarang ini. Dengan membantu ibu saya, baru saya sadari betapa beratnya mengerjakan sendiri suatu pekerjaan. Dan saya sekarang sudah bisa menghargai arti penting serta nilai dari pengorbanan dan membantu seseorang.”
Sang direktur berkata, “Hal inilah yang saya cari dari dalam diri seorang manajer. Saya ingin merekrut orang yang menghargai arti pertolongan orang lain, orang yang mengerti penderitaan yang ditanggung oleh orang lain demi tercapainya suatu tujuan dan orang yang tidak menjadikan uang sebagai tujuan satu-satunya dalam hidup. Kamu diterima.” Pemuda ini bekerja dengan sangat giat dan dia sangat dihormati oleh para bawahannya. Semua karyawan bekerja dengan rajin dan selaras sebagai satu kesatuan dan prestasi perusahaan meningkat pesat.
Seorang anak yang biasa dilindungi dan terbiasa dituruti segala keinginannya secara berlebihan akan membangun mentalitas ‘bossy’ atau ‘paling berhak’. Mereka punya hak atas segala sesuatu tanpa batas dan akan selalu mementingkan diri sendiri. Saat memasuki dunia kerja, dia akan merasa bahwa setiap orang harus patuh kepadanya dan jika diposisi manajer, dia tidak pernah mau memahami jerih payah para bawahannya. Orang-orang seperti ini yang secara akademis mungkin berprestasi, mereka mungkin meraih sukses hanya disementara waktu namun akhirnya mereka akan merasa tidak memiliki prestasi. Anda harus membiasakan sang anak terlibat dalam hal apapun sedari kecil. Pokok yang paling penting adalah anak anda belajar untuk menghargai setiap jerih payah dan menghadapi kesukaran dan belajar untuk bisa bekerja bersama orang lain untuk menggarap sesuatu hal. 
Sumber : Cahaya Pengharapan Ministries/Jawaban.com/em

Masalah, Disambut Atau Harus Diusir ?

 Sumber : Photo: Brent Bielmann | surfingmagazine.
"Masalah kok disambut, ya seharusnya diusir lah.."
Apakah Anda setuju dengan pendapat di atas? Banyak dari kita mungkin sependapat dengan pernyataan itu. Siapa sih yang suka menghadapi masalah? Tidak seorang pun tentunya. Kita tentu berharap hidup itu indah, mulus, bahagia dan tanpa masalah. Namun adakah kehidupan yang seperti itu? Jawabannya adalah "Tidak ada, sahabatku!"
Bahkan sejak pertama kali lahir dari kandungan ibu, kita sudah diperhadapkan dengan masalah. Seorang bayi yang lahir, ia keluar dari kenyamanan kandungan ibunya dan langsung menangis. Namun tahukah Anda bahwa menangis adalah tanda bahwa bayi itu sehat karena pada saat ia menangis mengembangkan paru-parunya dan mendorong oksigen masuk ke aliran darahnya. Jadi ketidaknyamanan yang bayi itu alami adalah sesuatu yang baik.
Demikian juga seterusnya dalam pertumbuhan seorang manusia, masalah yang Tuhan ijinkan datang kepada kita adalah untuk kebaikan kita. Sebab itu dituliskan dalam Yakobus 1:2-3 :
Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.
Kata pencobaan dalam Alkitab versi The Massage dalam ayat di atas dituliskan sebagai "test and challange" yaitu ujian dan tantangan. Jadi sikap yang benar dan Tuhan inginkan kita miliki saat menghadapi ujian dan tantangan kehidupan adalah kita merasa bahagia.
Mengapa kita harus merasa berbahagia dan menyambut saat ujian dan tantangan kehidupan datang?
1. Melaluinya kita belajar kebenaran Kerajaan Allah
Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu. ~ Mazmur 119:71
Dalam versi The Massage ayat di atas diterjemahkan seperti ini: "My troubles turned out all for the best--they forced me to learn from your textbook." Jadi tes dan ujian dalam kehidupan kita, adalah cara Tuhan untuk mengajar kita nilai-nilai Kerajaan Allah, sehingga kebenaran yang tertulis dalam Alkitab tersebut bukan sekedar teori dan kita hafal saja, namun juga kita hidupi.
Terkadang untuk belajar sesuatu yang sulit, kita tidak melakukannya dengan rela hati. Itu sebabnya ada waktu-waktu tertentu dimana Tuhan merancang situasi dan kondisi dimana kita akhirnya "terpaksa" belajar (they forced me to learn) dan menghidupi kebenaran Kerajaan Allah itu.
2. Meluruskan jalan-jalan kita
Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu. ~ Mazmur 119:67
Seringkali kita tidak menyadari bahwa diri kita sudah menyimpang dari jalan-jalan yang Tuhan tetapkan, dan karena kasih Tuhan yang begitu besar kepada kita, Ia meluruskan jalan kita dan menyadarkan kita akan kesalahan kita. Cara yang Tuhan pilih salah satunya adalah melalui masalah. Mengapa? Seberapa sering kita ingat kepada Tuhan saat hidup baik-baik saja dan penuh kebahagian? Jarang bukan, karena saat itu kita merasa tidak butuh Tuhan.
Namun saat masalah melanda, dan tidak ada jalan dan pertolongan lain, maka pandangan kita terarah kembali kepada Tuhan. Seperti kisah anak yang terhilang, saat kondisinya sudah berada di paling sulit, ia memutuskan kembali pada bapanya. Hal inilah yang harus kita lakukan, datanglah kembali kepada Bapa Sorgawi, dengarkanlah bimbingan dan tuntunan-Nya sebab Ia mengasihi Anda dan saya.
3. Mengukur pertumbuhan
Saat kita masih duduk di bangku sekolah dan kuliah bukankah kita harus menghadapi ujian untuk bisa naik kelas? Hal yang sama berlaku dalam sekolah kehidupan, Tuhan mengijinkan ujian dan tantangan terjadi untuk mengukur seberapa kemampuan kita dan apakah kita sudah bisa naik ke level yang lebih tinggi, atau bisa diartikan juga menjadi lebih dewasa baik dalam pemikiran maupun dalam kerohanian.
Ingatlah janji Tuhan ini:
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. ~ 1 Korintus 10:13
Hal yang sangat penting dan harus diingat : Jika Tuhan memberikan ujian, Dia sudah menyiapkan kunci jawabannya.
Jadi, tidak perlu takut atau kuatir saat masalah datang karena kita pasti bisa menghadapinya karena hal itu pasti tidak melebihi kekuatan kita. Kekuatiran dan ketakutan hanya akan melemahkan diri kita saja. Sebaliknya saat kita menyadari bahwa Tuhan memegang kendali atas segala situasi, maka iman kita dikuatkan dan kita bisa menghadapi masalah itu seperti Nabi Habakuk :
Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. ~ Habakuk 3:17-18
Namun satu hal yang perlu diingat bahwa masalah yang bisa kita sambut adalah masalah yang Tuhan ijinkan terjadi, bukan masalah yang kita buat sendiri. Karena tak jarang manusia sering membuat masalah sendiri, orang itu dicobai oleh keinginannya sendiri dan dipikat olehnya yang akhirnya berujung pada dosa (Yakobus 1:14-15). Ingatlah bahwa Tuhan menciptakan kita sebagai "problem solver" bukan "trouble maker", jadilah garam dan terang sehingga nama Tuhan ditinggikan oleh setiap hal yang  terjadi dalam hidup kita.
Hadapilah masalah seperti seorang peselancar yang bersemangat saat menghadapi ombak tinggi, karena itu artinya ia bisa menikmati sensasi menegangkan berselancar di atas ombak. Demikian juga kita, saat masalah datang hadapilah dengan semangat karena itu artinya kita bisa menikmati dan menyaksikan bagaimana Tuhan berkarya dengan ajaib dalam hidup kita.
Sumber : Puji Astuti | Jawaban.com

Tuhan Tidak Pernah Meninggalkanku


Sumber : Desi Manurung
Shalom, nama saya Desi. Saya berumur 19 tahun. Saya ingin menceritakan pengalaman pribadi saya, pengalaman luar biasa saya ada dalam Tuhan. Sebelumnya, saya ingin menceritakan latar belakang saya. Saya hadir dari keluarga broken home, dimana 6 tahun yang lalu papa saya meninggalkan saya, adik laki-laki saya, kakak saya dan juga mama saya. Sampai detik inipun, kami masih tetap tanpa papa. Namun, saya menjadikan hal tersebut sebagai batu lompatan untuk tetap maju, yang saya tahu, "Manusia memang pada hakekatnya mengecewakan, hanya Tuhan yang tidak pernah mengecewakan".
Singkat cerita 2 tahun yang lalu, saat saya lulus dari SMA saya ingin melanjutkan kejenjang perkuliahan. Segala cara saya lakukan, mulai dari belajar, les, puasa dan berdoa. Melihat itu, mama benar-benar bangga dengan saya. Saya adalah seorang yg cukup berprestasi dalam satu angkatan di SMA. Sebelum Ujian Nasional (UN) berlangsung, malamnya saya bercerita dangan mama tentang keinginan saya ini, tetapi harapan dan respon mama tidak mengenakkan hati saya dan membuat saya patah semangat. Yang saya ingat, mama katakan pada saya "Boru (panggilan anak perempuan dalam suku batak), mama ngga bisa sekolahkan kamu lagi, lulus aja dari SMA udah puji Tuhan, itupun udah susah mama rasa, belum lagi masih ada adekmu". Mendengar itu hatiku rasanya kacau, mau marah tapi ngga bisa, mau ungkapin semuanya tapi sia-sia. Akhirnya aku masuk dalam kamar dan berdoa, dalam keadaan mati lampu dan berkelambu aku nangis meronta-ronta sama Tuhan, namun aku tetap kontrol suaraku, aku ngga mau ada yang mendengar tangisanku. Aku terus menerus nangis sampai aku puas, bahkan aku sempat menyalahkan keadaan, menyalahkan papa, sering juga aku menyalahkan Tuhan. Seandainya papa tidak meninggalkan kami, mungkin aku bisa hidup enak dikota Jakarta dan ngga harus susah payah bantu mama, itu yang ada dipikiranku.
Papaku adalah artis Batak, penyanyi sekaligus pencipta lagu Batak yang cukup dikenal, selama kami bersama papa, tidak ada satupun yang berkekurangan. Namun, Tuhan tidak mau menjadikan aku sebagai seorang gadis yang manja. Diusia belasan tahun tamparan keras ini kualami, namun satu hal yang kutahu, Tuhan punya rencana!
Singkat cerita, aku akhirnya tertidur dalam keadaan mata bengkak dan terisak-isak. Aku tidak memperhatikan betul pukul berapa aku terbangun, namun aku terbangun bukan karena aku haus atau lapar. Aku terbangun oleh suara menggelegar, suara itu jelas, suara tegas dan penuh kasih. Namun, aku tetap sengaja tertidur, aku menganggap mungkin itu hanya perasaanku. Tidak disangka suara itu semakin jelas dan terdengar, suara itu katakan, "Anakku, aku mengasihiMu". Aku tidak melihat ssiapapun dalam kamarku, kamarku masih dalam keadaan gelap. Awalnya aku berpikir "Apa ini Tuhan? Kalau Tuhan kenapa Dia tdak menampakkan diri-Nya?". Suara itu semakin jelas mengatakan "Berserulah kepadaKu, maka aku akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang tidak kamu ketahui, yakni yang tidak engkau pahami (Yer 33:3)". Saat itu aku memposisikan diriku bersujud dan menangis kembali. Keesokan harinya aku berpuasa, sekaligus meminta hikmat kepada Tuhan untuk menyelesaikan UN. Saat diperjalanan mau pergi kesekolah, aku harus berjalan kurang lebih 15 menit untuk mendapat angkutan umum pergi sekolah. Aku berjalan dengan perasaan luar biasa, luar biasa tenang dan damai, tiba-tiba saat aku berjalan aku merasa ada yang berbeda dari diriku, sudah lama aku tidak memperkatakan bahasa roh, saat berpuasa hari itu selama perjalananku kesekolah seperti ada Roh Kudus yang membisikkan sesuatu ditelingaku, Roh Kudus memimpinku untuk memperkatan bahasa Roh kembali. Sepanjang jalan aku merasa benar-benar diberkati dan bahasa roh itu kembali kepadaku.
Singkat cerita 1 bulan kemudian dimana kami akan mengetahui hasil ujian nasional. Aku terkejut, kembali lagi hujan berkat itu datang kepadaku. Aku mendapat peringkat terbaik seangkatan. Luar biasa Tuhan Yesusku. Setelah itu, mengetahui bahwa mama tidak mampu menyekolahkan aku, aku berinisiatif untuk bekerja. Segala lamaran telah kujatuhkan kebeberapa PT di Jakarta, namun satupun belum ada yang jelas. Selama 3 bulan aku menunggu, selanjutnya aku ditawarkan beasiswa BCA, segala persyaratan telah kupenuhi, namun hasilnya nihil. Kecewa? Pasti, namun aku tetap berusaha. Sampailah aku dapat satu informasi kerja di Malaysia. Aku tertarik, namun permasalahannya terletak pada mama dan keluarga besarku yang takut untuk melepas aku ke Malaysia, aku memakluminya sebab seorang wanita berusia 18 tahun langsung memutuskan untuk merantau jauh, mngkin dibenak mereka aku masih terlalu kecil. Namun, aku yakinkan kepada mereka terkhusus mama, "bahwa aku akan menjaga diri dan pergaulanku". Yang mereka takutkan juga adalah tentang ini. Aku juga tidak lupa berdoa untuk hal ini, tapi jelas Tuhan jawab dari mimpiku ada sebuah pemandangan yang menunjukkan aku harus pergi kesana. Akhirnya aku tekadkan dalam hati untuk tetap pergi ke Negeri Jiran. 13 December 2014 akhirnya menjadi tanggal dimana aku menginjakkan kaki di Malaysia, perasaan senang bercampur sedih. Namun, tetap pada tujuan awalku, ini kulakukan untuk keluargaku. Sekarang aku telah menjalankan satu tahun lebih pekerjaanku di Malaysia. Bahkan cerita yang sedang aku ketik ini adalah dimana aku masih di Malaysia. Bukan berhenti pada hal itu saja. Kehidupanku disini cukup sulit, dimana aku harus selalu menyisihkan uang untuk keluargaku, namun untuk kesekian kalinya Tuhan kembali menolong dan menopang keuangan saya. Saya adalah anak kedua, jujur saja semua kebutuhan keluarga saya yang tanggung, kakak saya juga bekerja tapi gajinya hanya cukup untuk dirinya sendiri di kota Jakarta. Perasaan sedih itu mulai muncul lagi. Rasanya semua beban itu aku yang tanggung. Belom lagi tahun ini adikku akan melanjutkan sekolah ke SMA, tapi perlu saudara/i tahu, kebutuhan kami tercukupi. Tuhan memberkati lumbung-lumbung keluarga kami, saya tidak pernah merasa kekurangan sekalipun keuangan minim. Tuhan cukupkan.
Satu persatu Tuhan bekerja dalam hidup saya. Saat ini saya mendengar bahwa papa saya telah kehilangan pekerjaannya dan karirnya. Saya hanya dapat berdoa supaya Tuhan beri kekuatan pada dia. Saya hanya dapat mengirim pesan singkat pada dia supaya dia kembali mencari Tuhan. Namun keadaan kembali memburuk dimana dia menghilangkan jejak dengan mengganti no handphonenya. Sebelumnya saat bersama kami, dia telah mengalami stroke ringan dan saat dia meninggalkan kami, strokenya semakin parah. Jadi waktu dia meninggalkan kami dalam keadaan stroke. Namun saya hanya bisa berdoa dan berserah kepada Tuhan. Biarkan kehendak Tuhan yang jadi.

Satu hal yang saya mau ingatkan, jangan pernah berhenti berdoa. Saat doa kita belum dijawab Tuhan mau menambah kesabaran kita, saat doa kita sudah dijawab Tuhan sedang menambah iman percaya kita. Tetaplah taat dan kerjakan pekerjaanmu, biarkan Tuhan mengerjakan bagiannya dalam kita. Jangan pernah mengeluh seperti yang saya lakukan dulu, apapun kata Tuhan lakukan, Dia tahu apa yang terbaik buat anak-anak-Nya. Semuanya indah pada waktu-Nya! Semoga memberkati. God bless you..
Sumber : Desi Manurung

Kesombongan di Balik Doa yang Terkabul

Sumber : www.adorocinema.com
Pada suatu kali, dua pria melakukan perjalanan menggunakan kapal. Nahasnya, kapal tersebut karam diterjang badai hebat. Untung saja, kedua pria itu berhasil menyelamatkan diri dan mendapati mereka terdampar di sebuah pulau kecil nan gersang. Tak ada yang mampu mereka perbuat selain harus berdoa.
Namun sebelum melakukan hal itu, keduanya sepakat untuk membagi pulau kecil itu menjadi dua bagian dan masing-masing dari mereka membuat garis pembatas teritori. Lalu mereka mulai taruhan, doa siapa yang kemudian akan dikabulkan Tuhan.
Doa pertama, mereka memohon di turunkan makanan. Dan keesokan harinya, lelaki pertama itu melihat sebuah pohon penuh buah-buahan tumbuh di sisi tempat tinggalnya. Sementara laki-laki lainnya tak mendapatkan apa-apa. Seminggu kemudian, lelaki pertama mulai merasa kesepian dan memutuskan berdoa agar diberikan seorang istri. Keesokan harinya, sebuah kapal pun karam dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah seorang wanita yang terdampar di sisi pulau tepat di wilayah miliknya. Sedang di sisi lain, pria kedua tetap tidak mendapat apa-apa.
Kemudian lelaki pertama berdoa lagi meminta agar memiliki rumah, pakaian dan makanan. Keesokan harinya, tampak seperti keajaiban, semua yang dia minta nyatanya tersedia. Sedangkan lelaki yang kedua tetap saja tidak mendapat apa-apa.
Akhirnya lelaki yang pertama berdoa meminta agar dikirimkan kapal untuk membawa mereka pulang dari pulau tersebut. Keajaiban kembali terjadi. Keesokan harinya mereka menemukan sebuah kapal tertambar di sisi pantainya. Segera saja dia dan istrinya naik ke atas kapal dan bersiap-siap meninggalkan pulau. Ia pun memutuskan meninggalkan lelaki kedua dengan kondisi yang begitu memprihatinkan. Dia berpikir bahwa lelaki itu tidak pantas menerima berkat tersebut karena doa-doanya tak pernah dikabulkan.
Begitu mereka telah bersiap-siap untuk berangkat, lelaki pertama tiba-tiba mendengar suara dari langit. “Hai. Mengapa engkau meninggalkan temanmu yang ada di sisi lain pulau ini?” Lalu dia menjawab, “Berkatku hanyalah milikku sendiri, hanya karena doakulah yang dikabulkan. Doa temanku itu tak satupun dikabulkan. Maka ia tak pantas mendapatkan apa-apa”. Kemudian suara itu menjawab, “Kau salah!”
“Tahukah kau bahwa rekanmu itu hanya meminta satu doa. Dan semua doanya terkabulkan. Bila tidak, maka engkau tidak akan mendapatkan apa-apa,” ucap suara tersebut. Kemudian lelaki pertama itu mulai penasaran dan bertanya, “Doa macam apa yang ia panjatkan sehingga aku harus berhutang atas semua ini padanya?”
Jawab suara tersebut, “Ia berdoa agar semua doamu dikabulkan”.
Kisah ini mengingatkan bahwa kita seringkali merasa sombong dengan apa yang kita punya. Kita merasa sudah jauh lebih baik dari orang lain. Padahal tanpa kita sadari banyak dari orang disekitar kita mungkin saja sudah mengorbankan segalanya demi keberhasilan kita. Kita tak sepantasnya mengabaikan peran orang lain yang tanpa kita sadari telah berkontribusi besar untuk keberhasilan hidup kita. Hargai orang lain dan berterimakasihlah atas dukungan mereka. 

Sumber : Winksite.com/jawaban.com/ls 
 
Copyright © 2013. Namitha Gallery - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger